Kamis, 17 Mei 2012

Akibat Terlalu Banyak Tidur

Akibat Terlalu Banyak TidurTidur merupakan hal yang paling dibutuhkan tubuh ketika kita kelelahan. Selain berguna untuk melepas lelah ataupun menenangkan pikirin, bagi sebagian orang tidur merupakan hal yang menyenagkan. Dan tidak menutup kemungkinan bagi sebagian orang lainnya, tidur merupakan suatu hoby (jangan2 sobat juga nih.. hoby tidur.. hehe..). Alasan ini mungkin karena malas atau karena tidak adanya planning kegiatan yang akan dilakukan. Namun di sisi lain, terlalu banyak tidur juga gak baik buat kesehatan sob. Penelitian menunjukkan tidur lebih dari 6 hingga 8 jam dapat menurunkan kesehatan kita sob. Mau tau apa akibat dari terlalu banyak tidur??

Berikut adalah akibat kebanyakan tidur yang patut sobat ketahui dari sekarang : 

1. Malas
Akibat yang pertama dari terlalu banyak tidur yaitu menjadi pemalas. Dengan kata lain orang yang banyak tidur akan malas dalam melakukan segala sesuatu. Terutama malas dalam mengerjakan sesuatu, malas kerja, malas menghapal dan hal – hal lainnya karena yang ada pada pikirannya hanyalah tidur, tidur dan tidur saja (kaya sapa tuh?? hehe..).

2. Sering pusing / sakit kepala
Orang yang terlalu banyak tidur sering merasa pusing dan mengantuk di siang hari, yang biasanya terjadi ketika kebanyakan tidur di akhir pekan sehingga menyebabkan gangguan pola tidur normal di hari kerja. Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala.

Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

3. Sakit punggung
Sering kali dokter menyarankan sobat untuk rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Ketika kamu berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

4. Obesitas
Berat badan sobat juga bisa bertambah alias obesitas jika sobat tidur terlalu lama. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

5. Diabetes
Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

Ilmuwan tidak tahu pasti mengapa risiko diabetes menjadi lebih tinggi, tetapi dapat menunjukkan indikasi masalah kesehatan mendasar yang menyebabkan diabetes dan menyebabkan tidur berlebihan.

6. Sakit jantung
Sebuah studi yang dilakukan Warwick Medical School pada tahun 2007 menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

Dalam studi tersebut, peneliti mengatakan orang yang tidur lebih dari 7 jam setiap malam, maka ia 2 kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang rutin tidur 7 jam setiap malam.


7. Depresi
Dampak negatif tidur terlalu banyak lainnya adalah peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi. Orang yang depresi mungkin merasa ingin lebih banyak tidur, namun pada gilirannya tidur berlebihan dapat memperburuk depresi.

Hal yang sama juga berlaku pada orang yang menderita sakit punggung kronis dan sakit kepala. Orang yang mengalami kondisi terburuk mungkin ingin lebih banyak beristirahat dengan tidur, tapi jika dilakukan berlebihan, tidur justru dapat membuat kondisi semakin parah.

8. Dan akibat terparah : Kematian!
Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosial ekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

Kesimpulan : Tidur terlalu sedikit ataupun tidur terlalu banyak dapat mengakibatkan berbagai macam masalah dalam kesehatan. Untuk itu, aturlah diri anda untuk membiasakan lama waktu untuk kebutuhan tidur setiap hari agar tidak terkena dampak negatif tidur terlalu banyak seperti yang telah disebutkan diatas. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas tidur anda hindari penggunaan kafein dan alkohol sebelum tidur, berolahragalah secara teratur serta hindari makanan cepat saji.